Tags

, , , , , ,

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Title : Waterfall 13

Pairing / Charas : WonKyu, Kangin, Heechul, Yunjae, more to come

Disclaimer : All casts are belong to their self and God; Poster by @SuciiCho

Genre : Family, Romance, a bit Angst

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, OOC, AU

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Keduanya tak perlu kata-kata.

Keduanya tak perlu mengucapkan apapun.

Keduanya hanya membutuhkan satu sama lain.

Keduanya hanya memerlukan hati mereka untuk mengerti satu sama lain.

Baik Kyuhyun dan Siwon merasakan kepuasan hanya dengan pelukan sederhana mereka. Mereka bisa membahas kelanjutan hubungan mereka nanti, tapi saat ini, saat ini keduanya hanya ingin merasakan kehangatan masing-masing. Siwon dan Kyuhyun hanya menginginkan sentuhan yang lama tak mereka rasakan.

Karena…

Karena rasa cinta itu bisa dirasakan dari sentuhan itu.

Kyuhyun tahu Siwon masih mencintainya.

Dan Siwon tahu Kyuhyun akan selalu mencintainya.

.

.

.

“Masih mau menghalangi mereka?”

“Tidak ada jaminan Kyuhyun bisa terus mencintai Siwon hyung Boo.”

“Tidak ada jaminan pula kalau Yunnie akan selalu mencintai Joongie juga bukan? Apa itu berarti Joongie harus berpisah dengan Yunnie?”

“Boo! Kita sama sekali berbeda dengan hyung dan Kyuhyun!”

“Dari yang Joongie lihat, kita tidak berbeda dengan Siwon oppa dan Kyunnie. Kita saling mencintai, mereka juga. Jadi dimana perbedaannya? Joongie bingung.”

“Boojaejoongie… Jangan berpikir terlalu keras, Nanti kepalamu pusing.”

“Habis Yunnie keras kepala. Bukankah Yunnie ingin Siwon oppa bahagia? Lalu kenapa Yunnie menghalangi Siwon oppa bersama dengan Kyunnie? Siwon oppa sedih lagi loh kalau berpisah dengan Kyunnie. Nanti Joongie tidak mau membantu kalau Siwon oppa tidak bisa tesenyum gara-gara Yunnie.”

.

.

.

Benarkah demikian? Benarkah aku justru membuat Siwon hyung bersedih dengan memisahkannya dari Kyuhyun? Benarkah itu hyung?

 ( 。・_・。)(。・_・。 )

“Itu benar sekali.” Sahut Siwon membuat kening Yunho berkerut kesal.

“Hyung sendiri juga keras kepala! Sudah aku bilang terapi hyung itu masih membutuhkan waktu sekitar dua bulan lagi tapi mengapa hyung lebih memilih untuk segera menyelesaikannya? Hyung mau selamanya di kursi roda?” marah Yunho tidak terima dengan keinginan sang kakak untuk menyudahi terapi Siwon.

Siwon memandang malas ke arah Yunho yang terlihat kesal kepadanya. Dengan jentikan jari, Siwon menyentil kening Yunho sebelum berlalu dengan kursi rodanya ke ruang tamu kediaman keluarga Jung.

“Hyung!”

“Diam dan pergilah! Kau membuatku kesal!” sungut Siwon terus memutar roda dari kursi rodanya, menjauh dari kekeras kepalaan adiknya tersebut.

Yunho hanya bisa menghela nafas panjang. Sebenarnya dia juga tidak ingin membuat Siwon kesal namun apa boleh buat. Kakaknya yang keras kepala itu memutuskan untuk menghentikan terapi jalannya dan berusaha untuk bisa melakukannya sendiri. Hanya saja jika kondisi Siwon sudah pulih benar, Yunho dengan senang hati akan membantu keinginan Siwon untuk mandiri kembali tetapi bukan seperti itu kenyataannya.

Kondisi Siwon masih sangat rentan. Dokter sendiri yang mengatakannya bahwa Siwon masih harus melakukan terapi di rumah sakit dengan pengawasan intensif. Akan tetapi kakaknya yang merasa tubuhnya sudah membaik itu memiliki pemikiran sendiri. Dan ini yang terjadi sekarang, keduanya bertengkar karena merasa yang paling benar.

Yunho kembali menghela nafas dan mulai menimbang-nimbang langkah yang akan dia ambil untuk menaklukan kekerasan hati sang kakak.

Yunho menghela nafas panjang. Sebenarnya dia memiliki satu pilihan dan dia yakin seratus persen jika pilihan itu akan membuat kakaknya mengerti bahwa dia harus bersabar demi kesembuhannya. Namun…

Namun Yunho sedikit gengsi untuk mengakuinya. Dia gengsi mengakui bahwa satu-satunya orang yang mampu membujuk Siwon adalah Kyuhyun, gadis yang dicintai oleh Siwon. Jika Yunho mengijinkan Kyuhyun bertemu dengan Siwon, itu sama saja dia setuju dengan pendapat Jaejoong dan Yunho malas sekali jika harus berhadapan dengan Jaejoong yang bersikap besar kepala karena merasa paling benar.

“Sial!” umpat Yunho kesal. Dia masih tidak mau memaafkan Kyuhyun yang dianggapnya bersalah untuk kecelakaan sang kakak. Jika boleh memilih, Yunho tidak mau Siwon bertemu lagi dengan Kyuhyun. Akan tetapi, saat ini kesembuhan sang kakak adalah prioritas utamanya. Bukan hanya dia tapi seluruh keluarganya.

“Apa boleh buat. Aku pikirkan nanti saja konsekuensinya.” Gumam Yunho pada dirinya sendiri sebelum mengambil ponsel pintarnya dan menghubungi seseorang. Yunho menunggu dengan sabar sampai sambungan itu dijawab oleh seseorang.

“Yoboseyo.”

“Yoboseyo. Kyuhyun.”

.

.

.

Siwon menatap sengit ke arah Yunho. Tatapan tajam itu seperti mampu membuat seseorang bisa mati berdiri. Pemuda berambut hitam itu dengan jelas menyuarakan keberatan dan kekesalannya kepada adik tirinya tersebut. Sementara itu, Yunho, pemuda yang harus menerima tatapan tajam sang kakak hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dirinya jengah juga ditatap seperti itu sejak mereka meninggalkan kediaman keluarga Jung.

“Hyung. Aku sudah minta maaf bukan? Kenapa hyung masih marah?” rengek Yunho tak terima terus menerus disalahkan oleh Siwon atas tindakannya yang menurut Siwon ‘sangat lancang’.

“…”

“Hyung…” Yunho semakin merajuk dengan kebisuan Siwon. Yunho tidak mengerti mengapa Siwon masih kesal dengannya. Bukankah seharusnya dia senang dengan apa yang Yunho lakukan untuknya. Yunho bahkan sampai menelepon ‘orang itu’ demi Siwon, dan tindakannya itu berujung dengan membaiknya hubungan mereka. Tapi apa balasannya, hyungnya sekarang justru memusuhinya seperti ini.

“Aku tidak akan berbicara denganmu selama sebulan kedepan.” Kukuh Siwon pada akhirnya. Ucapannya barusan membuat Yunho membelalakan kedua matanya. Raut wajah Yunho jelas tidak sependapat dengan keputusan sepihak Siwon.

“HYUNG!” teriaknya tidak setuju. Masa hanya karena dia menghubungi Kyuhyun dan memintanya membujuk Siwon untuk kembali terapi dengan teratur, hyungnya sampai semarah ini. Yunho melakukannya karena ingin Siwon lekas sembuh.

Ya, mungkin dia sedikit berbohong kepada Kyuhyun dengan mengatakan jika Siwon tidak segera melakukan terapi itu maka Siwon akan lumpuh selamanya dan menyebabkan Kyuhyun begitu memaksanya sampai histeris bahkan mengancam akan bunuh diri jika Siwon tidak kembali terapi, tapi pada akhirnya semua senang karena Siwon memutuskan untuk tidak keras kepala dan kembali melakukan terapi dengan rumah sakit.

“Masa bodoh!” ujar Siwon tak peduli dengan teriakan Yunho. Gara-gara ulah Yunho, Siwon harus rela setuju dengan keputusan Kangin dan Heechul agar dirawat selama seminggu sebelum melanjutkan terapi. Tampaknya dampak kekeras kepalaan Siwon untuk melatih kakinya sendiri dirumah justru membuat kondisi kakinya yang sudah buruk menjadi lebih parah. Hal itu juga yang menyebabkan Kyuhyun percaya begitu saja dengan ucapan Yunho yang mengatakan dirinya akan lumpuh selamanya.

Alhasil, agar Kyuhyun berhenti menangis dan mencemaskan dirinya, Siwon harus mau kembali lagi ke rumah sakit, dikukung di ruangan penuh dengan bau obat, dan tidak diperbolehkan melakukan apapun.

Siwon rela melakukan itu semua agar gadis kesayangannya tidak lagi menangis dan terlihat menyedihkan. Siwon akan melakukan apapun demi Kyuhyun. Dan Yunho jelek itu memanfaatkan kelemahan Siwon untuk membuatnya mengikuti terapi yang menyebalkan ini.

“Hyung…” lirih Yunho masih berusaha meminta maaf kepada Siwon. Namun Siwon justru meminta Jaejoong untuk membawanya keluar. Rengekan Yunho membuatnya semakin jengkel.

“Jae, bawa kekasihmu keluar. Oppa mau mulai terapi.” Titahnya tak terbantahkan.

“Siap oppa!” sahut Jaejoong tidak mempedulikan tatapan memelas sang kekasih yang ingin mendampingi Siwon saat terapi. Jaejoong justru tersenyum dan memberikan gestur salute seperti layaknya prajurit pada jenderal besarnya. Gadis pecinta gajak itu menarik tangan Yunho yang enggan untuk bergerak seinchi pun dari tempatnya.

Semua orang yang menyaksikan interaksi kedua saudara itu hanya bisa terkekeh ringan. Mereka geli karena Siwon akan mengambil tindakan sedrastis itu dan melihat Yunho yang merajuk karenanya. Yunho pun akhirnya mau tidak mau mengikuti tarikan tangan Jaejoong dan keluar dari ruangan itu. Sebelum keluar, dirinya sempat merasakan usapan Kangin di rambutnya dan bisikan bahwa Siwon hanya marah sementara kepadanya. Bisikan itu sedikit melegakan hati Yunho yang cemas jikalau Siwon benar-benar terus marah kepadanya.

Kangin mengacak rambut Yunho, menyalurkan rasa prihatinnya akan keputusan Siwon sebelum akhirnya membantu Siwon berdiri dari kursi rodanya. Siwon menerima uluran tangan Kangin dan berusaha berdiri dan berjalan perlahan menuju palang terapi jalannya. Kedua tangan Siwon berpegangan erat di palang tersebut. Siwon mengambil nafas sejenak, mempersiapkan fisik dan mentalnya lalu memulai terapi jalannya.

“Kau tidak sungguh-sungguh akan berhenti bicara dengan Yunho bukan?” tanya Kangin sedikit penasaran dengan keputusan Siwon.

“Tidak appa. Aku hanya menggodanya saja. Paling aku akan memberikan dia silent treatment selama seminggu.” Jawab Siwon sambil menyeringi jahil. Kangin hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap Siwon yang suka sekali menggoda Yunho.

“Kau ini.”

“Biar saja! Rasakan! Dasar musang jelek. Gara-gara dia aku jadi susah menenangkan Kyuhyun. Baru kali ini Kyuhyun menangis sekeras itu.” Tegas Siwon masih sedikit kesal dengan ulah Yunho. Kangin mengusap bahu Siwon dan mengangguk beberapa kali, paham akan perasaan cemas Siwon kala itu. Kangin sendiri juga sempat cemas ketika Kyuhyun menangis seperti akan ditinggal selamanya oleh Siwon. Kangin masih penasaran dengan apa saja yang Yunho katakan sampai Kyuhyun panik seperti itu.

“Perlahan saja Siwon-ah.” Ujar Kangin mengalihkan kekesalan Siwon terhadap Yunho. Sekarang yang diperlukan oleh Siwon adalah berkosentrasi dengan terapinya.

Kangin terus bersiaga menemani setiap langkah Siwon di samping kanan putra sulungnya tersebut. Terapis Siwon pun berada di sebelah kiri Siwon, memantau kemajuan terapi pasiennya tersebut. Selama dua setengah jam, mereka melakukan terapi sampai akhirnya fisioterapis itu menyudahi sesi terapi mereka. Wajahnya terlihat puas dan tersenyum lebar.

“Kemajuan Siwon-ssi cukup mengagumkan Kangin-ssi. Saya rasa tiga kali menjalani terapi, Siwon-ssi tidak perlu lagi menggunakan kursi roda.”

“Benarkah seosaengnim?”

“Siwon-ssi masih harus tetap menggunakan penyangga dan masih menggunakan cast di kakinya. Namun setelah satu tahun, kita akan melihat perkembangan tulang Siwon-ssi dan menetapkan operasi untuk mengambil pen di kakinya.”

Mendengar penjelasan sang terapis tentang operasi, membuat Siwon menekuk mukanya kesal sekalgus menghela nafas panjang. Pemuda itu tidak mau kembali melakukan operasi namun apa boleh buat jika hal tersebut adalah tindakan yang harus dilakukan. Kangin yang melihat gelagat putranya hanya bisa ikut menghela nafas. Pria tersebut juga paham bahwa operasi adalah langkah yang harus diambil. Tapi bukan berarti dia akan berpangku tangan dan tidak berusaha agar Siwon bisa mendapat keringanan bukan?

“Satu tahun? Apa tidak bisa lebih cepat seosaengnim?” tanya Kangin mencoba menawar jangka waktu operasi Siwon. Paling tidak, Siwon tidak harus terus memakai pen itu sampai satu tahun jika memang operasi tersebut bisa dipercepat.

“Bisa saja. Setelah anda selesai terapi, kita akan lihat dalam enam bulan kedepan dan setelah berkonsultasi dengan dokter tulang Siwon-ssi” Jawab sang terapis dengan senyuman. Jawabannya tentu menimbulkan kelegaan untuk kedua lelaki di ruangan tersebut.

“Terima kasih banyak seosaengnim.” Ucap Kangin dan Siwon tulus sambil membungkuk hormat sebelum Kangin mendorong kursi roda Siwon lalu meninggalkan ruang terpi tersebut.

Mereka sampai di lobi ruamh sakit sepuluh menit kemudian ketika keduanya disapa oleh suara yang selalu dirindukan oleh Siwon.

“Maaf aku terlambat.”

“Ah, Kyunnie. Kau datang tepat waktu. Bisa bantu aku mengantar Siwon keluar? Aku harus mengambil obatnya Siwon.” Ujar Kangin sembari menyerahkan pegangan kursi roda Siwon kepada Kyuhyun.

“Tentu ahjussi. Ayo oppa.” Balas gadis itu lalu mengambil alih mendorong kursi roda Siwon ke depan lobi rumah rumah sakit. Di pelataran lobi tampak mobil yang siap mengantar si pemilik kemana saja.

“Appa, aku duluan.” Sahut Siwon singkat yang dibalas Kangin sama singkatnya.

“Ya. Nanti appa menyusul.”

Kyuhyun dan Siwon lalu meneruskan perjalanan mereka ke mobil. Begitu sampai, Supir Jang langsung membantu Siwon untuk naik ke kursi penumpang mobil. Pria itu pun juga langsung melipat kursi roda Siwon dan memasukannya ke dalam bagasi mobil. Supir Jang lalu membuka pintu penumpang disebelah Siwon untuk Kyuhyun.

“Kau darimana saja baby?” tanya Siwon setelah keduanya sudah di dalam mobil, menunggu Kangin.

“Aku terhalang kegiatan persiapan festival sekolah oppa. Mereka menahanku terus dengan berbagai kerjaan yang seharusnya mereka kerjaan. Dasar orang-orang tidak berguna!” gerutu Kyuhyun sambil bersedekap. Wajahnya yang sudah imut itu semakin imut dengan kerucutan di bibirnya dan pipinya yang menggelembung. Melihat kekasihnya cemberut membuat Siwon gemas sekaligus prihatin dengan apa yang dialami dan rasakan oleh Kyuhyun. Dengan lembut Siwon meletakan tangannya di atas kepala Kyuhyun dan membelai rambut Kyuhyun perlahan.

“Hei, hei. Jangan begitu. Kalau kau tidak suka kau bisa menolaknya baby. Kau tidak perlu menggerutu begitu.” Ucap Siwon lembut, membuat Kyuhyun melepaskan kedua tangannya dan memandang ke arah Siwon. Hanya saja cemberut di wajahnya masih terpampang jelas.

“Masalahnya aku tidak puas jika pekerjaan itu tidak beres. Yang ada nanti kami akan dimarahi oleh seosaengnim karena semuanya tidak selesai. Ih! Menyebalkan! Apalagi musang jelek dan gajah centil itu justru kabur kemari! Bukannya membantuku!” seru Kyuhyun semakin kesal kala dia mengingat karena apa dan siapa dia bisa terlambat ke sesi terapi kekasihnya.

Siwon sekarang paham mengapa kekasih imutnya benar-benar. Ternyata karena ulah sang adik dan pacarnya. Siwon yang masih membelai rambut Kyuhyun memindahkan tangannya dan menarik tubuh Kyuhyun ke dalam dekapannya. Kyuhyun pun hanya menurut dan menyamankan dirinya di pelukan Siwon. Tidak peduli dengan rona merah yang ada diwajah supir Jang karena kemesraan mereka.

“Ya sudah. Nanti oppa akan marahi mereka.” Bujuk Siwon sembari mengelus lengan Kyuhyun. Sikap Siwon yang lembut terhadapnya tentu menghilangkan sedikit kekesalan di hati Kyuhyun. Senyum manis merekah di wajah cantiknya dan sebuah kecupan kecil berhasil Kyuhyun curi dari bibir Siwon sebagai pemanis. Tapi jangan sebut Kyuhyun ‘the evil princess’ kalau tidak membalas orang yang sudah mengerjainya karena detik selanjutnya dia berkata,

“Tidak perlu dimarahi oppa. Oppa cukup melihat pembalasanku saja kepada mereka. Oppa tidak perlu turun tangan.”

“Ahahaha. Kau ini.”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Wkwkwkwk XDD \(^0^)/ Akhirnya Nao update ini juga. Setelah lumutan di lappy, Nao memberanikan diri buka lagi dan ‘DONK’ Nao gagal paham sampe dimana ceritanya (‾▿‾”)

Anyway, cerita ini bentar lagi (update lama) bakan finito. Dan walau chappy ini super pendek, tapi better short than never right?! #ngeles

Oh, satu lagi. Nao ada di WATTPAD loh. Kemungkinan Nao banyak wara-wiri disana. Tapi Nao tidak melupakan amazing readers di WP.

Jadi monggo mampir2 ke sana yak. Follow kalau berkenan \(´▽`)/

Gomen untuk typos yak. Nao ga liat lagi pas selesai buat (sssttt, ini diketik di kantor loh).

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements