Tags

, , , , , , ,

Title : Bukan Tandingan 

Pairing/Charas : Teenage!Suho, Minho, a bit Wonkyu and Krisho

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All cast belong to God and themselves with an add of their agency

Inspired : Nothing. Just a crazy mind.

Warning : Un-betaed, GS, BL, AU, MPreg, A bit OOC, Pedo!Kris, Absurd, Brothercomplex!Minho, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

Bruk!

Choi Suho. Si manis anak bungsu dari pasangan Choi Siwon dan Choi Kyuhyun, membanting tubuhnya sendiri ke sofa ruang keluarga setelah melempar tas sekolahnya ke sembarang arah.

Wajah imutnya tampak kusut, cemberut, dan…

Dan sedikit bengkak di mata.

“Ya ampun sayang! Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa berantakan sekali?” pekikan Kyuhyun mengalihkan perhatian Suho dari kekesalannya sendiri. Masih dengan tatapan kesal yang entah diarahkan kepada siapa, Suho menoleh ke arah sang bunda.

Bocah yang baru saja menginjak bangku sekolah menengah pertama itu lama menatap sang bunda sampai akhirnya menghela nafas dan memanglingkan wajahnya dari Kyuhyun. Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Suho beranjak dari sofa sembari mengambil tasnya lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya.

“Suho! Baby!” seru Kyuhyun cemas karena tidak biasanya Suho bersikap demikian. Tak acuh dan menyimpan sesuatu kepada dirinya sendiri.

Kyuhyun bergegas mengikuti jejak Suho ke kamar si bungsu dan mendapati pintu dengan cat berwarna putih itu tertutup rapat. Kyuhyun perlahan mendekatkan dirinya ke pintu kamar itu dan mulai mengetuknya.

“Suho. Baby.” Panggil Kyuhyun lembut namun tidak ada respon sama sekali dari sang pemilik kamar.

“Sayang.” Coba Kyuhyun sekali lagi memanggil Suho namun hasilnya sama saja dengan yang pertama. Kyuhyun memandang pintu putih itu dengan tatapan khawatir. Suho belum pernah menghiraukannya seperti ini. Kalau pun  Suho sedang kesal, bocah manis itu akan merajuk manja dan menceritakan kegundahannya. Tapi ini…

“Suho sayang… Apa kau baik-baik saja? Momm-”

“Hiks…”

Panggilan Kyuhyun terhenti begitu telinganya mendengar satu isak tangis dari Suho. Wajah cantiknya semakin memancarkan kekhawatiran. Ketukan pelannya berubah menjadi lebih cepat dan mendesak. Begitu pun panggilannya. Hanya satu dalam pikiran Kyuhyun sekarang, masuk ke kamar Suho.

“Suho! Baby! Putra mommy yang paling manis! Buka sayang! Mommy mohon… Suho…”

“Hiks… Hiks…”

“Suho!!”

“Pergi! Suho ingin sendiri!”

Seruan itu membuat perasaan Kyuhyun semakin tak enak. Kyuhyun terus menerus mengetuk bahkan memukul keras pintu Suho namun si bungsu tetap bersikukuh untuk ditinggalkan sendiri.

Setelah sekian lama usaha Kyuhyun untuk membujuk sampai memaksa Suho untuk keluar tidak membuahkan hasil, Kyuhyun akhirnya tak punya pilihan lain selain menghubungi sang suami, Siwon. Mungkin Suho akan terbuka jika dengan ayah yang sangat dia idolakan. Dengan cepat Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengambil ponsel pintar miliknya. Kyuhyun lalu menekan tombol-tombol yang ada di ponsel tersebut sebelum menempatkan ponsel itu di telinga kanannya.

“Yobos…”

“YEOBO!!!”

Belum sempat Siwon mengatakan halo, Kyuhyun sudah memotong ucapan pria tampan nan gagah itu. Teriakan panik Kyuhyun mau tidak mau membuat Siwon bertanya-tanya sekaligus merasa cemas.

“Ada apa baby Kyu? Kau terdengar panik!”

“Suho!”

Hanya dengan satu kata itu saja, Siwon langsung berlari keluar dari ruang rapat. Meninggalkan semua jajaran dewan direksi dan top management perusahaannya, membuang ponselnya begitu saja di meja rapat; tidak mendengar lagi panggilan-panggilan keras dari Kyuhyun, dan begitu sampai di lobi langsung menerobos masuk ke dalam sebuah taksi yang baru saja akan dinaiki oleh orang lain.

“Samseong-dong pak! Cepat!” desak Siwon tidak sabaran dengan supir taksi yang masih terlalu terkejut dengan kehadiran pria tampan menawan menggantikan pria gemuk dengan baju kesempitan yang hendak memasuki taksinya.

“CEPAT!” tegur Siwon lagi dengan keras karena sang supir taksi justru terus menatapnya dan tidak langsung menjalankan taksinya.

“Y-ya tuan…” gagapnya karena teriakan Siwon. Pria setengah abad itu langsung menjalankan mesin taksinya dan membawa Siwon ke tujuan.

.

.

.

“Naga jelek! Kris hyung jahat! Menyebalkan! Awas saja! Huwa!!! Kenapa Kris hyung jadi jahat sekali? Hiks… Hikss… Suho t-tidak ak-akan… M-memaafkan K-kris hyung… T-tidak akan! Dasar Tan Yifan jelek!!!” kukuh Suho sembari menghapus kasar airmatanya yang turun membasahi pipi putih mulusnya itu. Sorot mata Suho pun berganti dari kesedihan menjadi tajam dan menusuk. Tampaknya ‘Naga’ satu itu telah membangunkan anak singa yang marah.

.

.

.

“KAU APA?” teriakan keras Minho membuat seluruh mahasiswa yang sedang menikmati makan siang mereka di kantin tersebut menoleh ke arahnya. Tatapan penuh tanda tanya dan sebagian tatapan kesal karena terganggu dari mereka semua melayang ke Minho yang sekarang sedang berdiri sambil mengacungkan jari telunjuknya kepada seorang pemuda tampan berambut pirang.

“Kau dengar aku tadi dan please Min, jangan berlebihan. Lihat, orang-orang melihat ke arahmu.” Tunjuk pemuda a.k.a. Kris kepada Minho agar dia melihat kesekelilingnya. Minho menoleh dan mendapati setiap pasang mata yang ada di kantin itu terarah kepadanya.

“Apa lihat-lihat! Urus saja diri kalian sendiri!” bentak Minho galak membuat semua penghuni kantin itu langsung menundukkan kepala mereka, mengalihkan perhatian mereka dari Minho kepada apapun yang mereka lakukan sebelumnya.

“Sudah. Sekarang kau jelaskan kenapa kau melakukan kegilaan itu? Kau ingin bunuh diri ya? Jika ya, aku akan dengan senang hati membantu.” Ucap Minho yang dibalas dengusan dari Kris.

“Duduk dulu, akan aku jelaskan.” Minho langsung duduk kembali dan memandang wajah Kris dengan serius.

“Jadi begini, waktu itu aku sedang latihan drama dengan Jessica ketika tiba-tiba saja baby Su datang. For real Min, kenapa Suho suka sekali datang ke kampus ini tanpa kabar?” tanya Kris tak habis pikir dengan kelakuan pacar manisnya yang suka sekali datang tanpa diundang.

“Itu karena dia tahu kau playboy dan dia ingin menangkap basah kau yang sedang berselingkuh.” Jawab Minho santai yang langsung mendapat delikan tajam dari Kris.

Dude! Seriously!” seru Kris jengah dengan tingkah Minho yang sama sekali tidak membantu situasinya.

Minho : Memang aku tidak mau membantumu. Aku ingin kau putus dari baby Su. Dia milikku.

Kris : Dan sudah aku bilang kalau itu sama saja dengan incest! Dasar brother complex akut!

“Apa? Benar bukan?” ujar Minho tak acuh. Kris mendengus sebelum meninju lengan Minho keras. Kakak Choi Suho tersebut membalas dengan tinjunya juga. Dan keduanya berakhir dengan saling tinju dan bertengkar seperti anak kecil.

Anyway, aku tidak melihatnya berdiri memandangiku dan Jessica yang sedang berakting sebagai pasangan mesra, karena aku terlalu berkonsentrasi dengan peranku.” Lanjut Kris setelah lelah beradu kepalan dengan Minho.

And…”

“Dan, Suho melihatku mencium Jessica.”

“Oh.” Ucap Minho sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti. Walau sepertinya dia belum sama sekali mengerti.

“Aku menciumnya Min. French kiss type. Dan aku mengatakan kata ‘I love you’ kepada Jessica.”

“Oh. Oke.” Ucap Minho lagi, masih dengan soknya mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Kris. Sampai…

“OH!!!” pekiknya keras. Sangat keras sehingga dia kembali mendapat tolehan dan pandangan aneh dari semua penghuni kantin. Kali ini Minho sadar diri dan memberikan senyum menawan yang dia pelajari dari Siwon. Terbukti sangat ampuh karena semua cewek bahkan cowok meleleh dengan senyum Minho dan kembali dengan kegiatan mereka masing-masing.

Yup. Dan begitu aku sadar ada Suho, aku bukannya mengejar dia yang berlari pergi, aku justru tetap disana. Menyelesaikan latihan drama kami.” Ujar Kris tak bersemangat kala dia ingat tatapan penuh kekecewaan dari Suho.

“Itu yang aku bilang gila! Shit man! You’re a goner.” Sahut Minho ikut berduka cita atas nasib apes yang mendera Kris. Jika Suho sudah salah paham berujung kekesalan dan akhirnya merajuk, itu sama saja dengan berakhirnya garis kehidupan Kris. Karena bukan hanya Suho yang akan melakukan pembalasan, tapi bisa saja mommy dan daddy Minho juga turun tangan.

Dan percayalah, kau tidak mau sampai pasangan Choi itu turun tangan membalaskan dendam anak mereka.

They are devil in disguise. Beware!

Yeah right, shit.” Ucap Kris mengakui kalau jalan hidupnya akan kelam setelah ini. Kris hanya berdoa jika Suho mau berbaik hati dan memiliki sedikit saja logika bahwa Kris hanya sedang bersandiwara dan bukannya benar-benar berselingkuh.

Ya, kau bisa berdoa tuan naga. Tapi sepertinya doamu kurang mempan.

Mengapa?

Karena suara-suara berisik dari arah pintu masuk kantin lah yang menjadi jawabannya.

“Hei, lihat! Manis sekali bocah itu.”

“Ya ampun! Menggemaskan!”

“Eh, tunggu! Bukannya itu adiknya Minho-sunbae ya.”

“Yang benar? Bukannya adiknya Minho-sunbae itu sedang dekat dengan Kris.”

“Benar kok! Aku termasuk penggemar Choi bersaudara, jadi aku hafal benar wajah mereka!”

“Lalu kenapa dia bersama dengan Tao-sunbae?”

Ctik! Satu perempatan di dahi sang naga.

“Tapi dilihat-lihat, mereka serasi juga ah. Tao-sunbae juga tampan bukan?”

Ctik! Ctik! Dua perempatan di dahi sang naga. And still counting.

“Ya, ya. Benar! Ih serasi banget sih! Seperti pangeran dan putri ya.”

Ctik! Ctik! Ctik! Tiga perempatan di dahi sang naga. Keep on going.

“Memang serasi. Bol-“ dan perhitungan kita diakhiri dengan kalimat dari Minho yang sedikit terputus karena nafasnya tercekat di tenggorokan. Pasalnya, leher Minho saat ini sedang dicekik oleh naga pirang yang sedang cemburu buta.

“Kau mau mati ya Min?” ancam Kris dengan nada suara super dingin. Minho kelabakan dengan tenaga Kris yang sepertinya serius ingin membunuhnya. Tangannya memukul lengan Kris yang melingkari lehernya, meminta Kris melepaskannya.

“Kau akan memihakku bukan, kakak iparku sayang?” tanya Kris dengan nada yang lebih manis dari sebelumnya namun Minho tahu bahwa nada manis itu hanya kamuflase.

Sebuah anggukan kecil menjadi jawaban yang cukup memuaskan bagi Kris dan dengan berat hati dia melepaskan cekikannya dari Minho. Pemuda Choi itu langsung menghirup nafas sebanyak-banyaknya sementara Kris memandang pasangan yang baru masuk ke dalam kantin dengan tatapan tajam.

“Jadi kau ingin bermain baby Su. Baiklah, hyung akan ladeni. Tapi kau tahu bukan kalau panda itu bukan tandingan hyung. Jadi siap-siap ya Suho-ku yang manis. Jangan sedih jika mainanmu itu hyung hancurkan.” Gumam Kris seorang diri dengan aura super gelap dan menakutkan. Saking menakutkannya, sampai membuat Minho merinding dan sedikit menjauh dari Kris.

Oh God! Kau baru saja membangunkan naga tidur baby Su.

In love, it is better to know and be disappointed, than to not know and always wonder.’ – Michael S. McKinney

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Nao balik lagi dengan wonkyu family. Huehehehe… Aslinya Nao disuruh istirahat total a.k.a. bed rest sama bu dokter Lulu yang cuantik abiz. Tapi berhubung Nao bosen jadinya Nao ngetik ini, FF ringan namun sangat berkesan buat Nao.

Gomen ya kalo aneh. Mungkin ada sedikit pengaruh obat (walau kayaknya pure kedodolan Nao sih). Tapi Nao ingin berbagi aja untuk merayakan ultah Nao Rabu kemarin. Semoga bisa menjadi bahan bacaan ya.

Udah itu aja, Nao takut kalo kebanyakan ngebacot malah jadi dibacok…

Jangan lupa tinggalkan jejak >_<

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements