Tags

, , , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 5

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Kyuhyun bangun dari tempatnya untuk memeriksa sekali lagi gaun Jaejoong sekaligus mendudukan Jaejoong dan menghadap kaca rias sekali lagi. Kyuhyun lalu mengambil sisir dan mulai menata rambut Jaejoong sambil mengatakan sesuatu yang terus mengganggunya sejak dia sampai ke rumah ini.

“Jae.”

“Hm?”

“Apa kau siap bertemu calon adik iparmu?” Wajah berbinar Jaejoong langsung menghilang ketika pertanyaan Kyuhyun terucap dari bibir sang model. Kyuhyun menghentikan sapuan sisirnya dari rambut Jaejoong, menunggu jawaban dari desaigner muda itu. Jaejoong menghela nafas panjang sebelum membuka mulutnya.

“Aku…”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Aku tidak tahu Kyu. Maksudku, dia adalah orang yang tidak pernah aku temui selama aku mengenal Yunnie. Jika lima tahun yang lalu, Yunnie tidak mengalami depresi karena kehilangan adik kandungnya itu, mungkin aku tidak akan pernah tahu.” Jawab Jae menatap Kyuhyun melalui cermin rias. Kyuhyun menatap balik ke arah Jaejoong lalu kembali menyisir rambut Jaejoong. Sementara Jaejoong paham bahwa Kyuhyun ingin agar dia melanjutkan ucapannya jika memang masih ada yang ingin Jaejoong ucapkan.

“Kau tahu Kyu, aku benar-benar shok saat Yunho mendadak membatalkan perjanjian dengan perusahaan media fotografi Kangin appa dan memilih menggunakan perusahaan milik Kris-ssi. Maksudku memang apa hubungannya sampai Yunnie harus memakai jasa Kris-ssi agar bisa bertemu dengan adik kandungnya?!” lanjut Jaejoong sedikit kesal. Pasalnya untuk kali ini, Jaejoong sama sekali tidak bisa memperkirakan langkah Yunho.

“Lalu?” tanya Kyuhyun meminta Jaejoong terus mengeluarkan keluh kesahnya.

“Aku benar-benar clueless sampai Yunnie mengatakan bahwa adiknya itu bekerja di perusahaan Kris-ssi.”

“Huh? Sebagai apa?”

“Entahlah. Yunnie tidak bilang.”

“Oh. Lalu bagaimana kelanjutannya?”

“Aku sempat mengatakan kepada Yunnie agar tidak gegabah bertindak. Coba kau pikir Kyu, bagaimana perasaan adiknya itu ketika tiba-tiba dia harus bertatap muka dengan keluarga yang telah sekian lama meninggalkannya. Yunnie bersikap seakan mereka berdua hanya berpisah setahun dua tahun dan melepas rindu seolah tidak pernah terjadi apapun. Dia sama sekali tidak memikirkan dampaknya.” Keluh Jaejoong terhadap sikap Yunho. Jaejoong menarik nafas lalu melanjutkan lagi ucapannya.

“Jujur, aku semakin tidak tahu harus bersikap seperti apa jika aku bertemu dengannya Kyu.Yunnie juga sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaanku dan juga perasaan adiknya yang sudah pasti menganggapku adalah orang asing. Dasar beruang jelek.” Ejek Jaejoong kesal dengan sikap tunangannya yang seenaknya itu. Kyuhyun tertawa kecil melihat tampang Jaejoong yang cemberut. Dia bisa merasakan bagaimana persaan Jaejoong sekarang jika dia berada di posisinya saat ini.

Kyuhyun terdiam dan berkosentrasi menyelesaikan tatanan pada rambut Jaejoong. Dia masih memikirkan apa yang akan terjadi jika keluarga Jung bertemu lagi dengan anggota keluarga yang mereka telantarkan sendiri. Kyuhyun memikirkan dua kemungkinan yang akan terjadi kepada mereka. Pertama, pasti adik Yunho tersebut akan sangat membenci Yunho dan keluarganya. Kedua, adik Yunho sudah memaafkan Kangin, Leeteuk dan Yunho dan mau menerima mereka kembali menjadi keluarganya. Walau untuk yang terakhir tadi, Kyuhyun sedikit ragu karena sangat jarang orang yang memiliki hati mulia seperti itu sehingga dengan mudahnya memaafkan suatu perbuatan yang bagi orang luar sepertinya sungguh keterlaluan.

“Jae.” Panggil Kyuhyun pelan.

“Apa?” balas Jaejoong

“Mengapa kau masih bersama dengan Yunho walau kau tahu seperti apa masa lalunya? Maksudku, kau tahu bagaimana keterlaluannya tindakan yang telah dia dan keluarganya lakukan terhadap anggota keluarga mereka sendiri. Memberikan anak sendiri kepada orang lain tanpa ada alasan yang jelas, itu benar-benar tindakan jahat. Dan Yunho sebagai kakaknya hanya diam. Kalau aku, sudah aku bakar hidup-hidup beruang kejam itu dan meninggalkannya jadi debu.” Tukas Kyuhyun mengepalkan jemarinya kuat-kuat. Kalau dia mengingat lagi saat-saat Yunho menceritakan tentang apa yang dia dan keluarganya lakukan kepada adiknya, ingin rasanya saat itu juga Kyuhyun memberikan pelajaran kepada Yunho. Rupanya Yunho tidak menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Jaejoong dan juga Kyuhyun.

Kyuhyun kembali memperhatikan Jaejoong dan menunggu jawaban atas pertanyaannya tadi tentang mengapa designer cantik itu masih mau menjalin hubungan dengan Yunho bahkan sekarang memutuskan untuk menikah dengannya. Jaejoong sendiri terkikik geli ketika melihat wajah Kyuhyun yang begitu menggebu-gebu ingin menghajar Yunho.

“Kau ini. Kalau seperti itu, kau juga kejam Kyu. Masa kau mau membakar hidup-hidup sahabatmu sendiri?!” gurau Jaejoong yang dibalas dengan delikan tajam dari Kyuhyun. Kyuhyun kesal karena Jaejoong menggodanya padahal dia sedang bertanya dengan serius. Jaejoong menatap balik Kyuhyun dengan tatapan meminta maaf meski senyumnya masih menghiasi wajah cantik itu.

“Seharusnya pertanyaan itu kau tanyakan kepada dirimu sendiri karena kau juga masih tetap bersamaku dan membantu Yunho mengatasi depresinya.” Ujar Jaejoong. Kyuhyun berdecak kesal sebelum menanggapi ucapan Jaejoong.

“Itu karena aku tidak mau kau jadi ikut-ikutan depresi bersamanya. Seriously, I still think Yunho is one f***ed up bas***d.” umpat Kyuhyun yang langsung membuat Jaejoong berbalik dan memukul lengan bawah model cantik itu.

“Language Kyu! Geez!”

“Yeah, yeah… and you’re not answering my question bi**h.”

“Sl*t. Okay, okay. I tell you.” Jaejoong kembali berputar menghadap cermin dan membiarkan Kyuhyun membereskan sedikit rambutnya, sekedar mempercantik tatanan rambutnya yang memang sudah terlihat sempurna.

“Semejak aku tahu alasan mengapa Yunnie depresi, hal tersebut tentu membuatku kecewa dengan Yunnie, Kangin appa dan juga Teukie umma. Aku juga berpikir bahwa sebaiknya aku meninggalkan Yunnie karena benar katamu tadi Kyu, apapun alasannya, mereka terlalu kejam memperlakukan anggota keluarga mereka sendiri seperti itu. Bayangkan saja, jika mereka bisa berbuat begitu kepada anggota keluarga kandungnya sendiri bagaimana nantinya jika aku, yang notabene, orang luar berbuat salah dan dianggap tidak layak menjadi bagian keluarga mereka.” Jelas Jaejoong. Kyuhyun mengangguk setuju dengan ucapan Jaejoong.

“Tapi setelah aku melihat sendiri bagaimana tertekannya Kangin appa dan Leeteuk umma dengan Jung haraboji lalu betapa menderitanya mereka dan Yunnie karena menanggung rasa bersalah selama ini, aku tidak bisa begitu saja membiarkan ketiganya Kyu. Disamping aku tidak bisa mencintai orang lain selain Yunnie, dalam hatiku, aku merasa mereka masih memiliki kesempatan untuk bersama kembali menjadi satu keluarga. Aku merasa mereka masih bisa mendapatkan kesempatan kedua.”

“Kesempatan kedua katamu?”

“Benar Kyu, kesempatan kedua. Aku selalu berdoa agar adik Yunnie bisa memberikan kesempatan kedua itu kepada Yunnie dan keluarganya.”

“Semoga saja Jae, semoga saja.” Ucap Kyuhyun ingin percaya bahwa Yunho, Kangin dan Leeteuk bisa mendapatkan anugerah itu. Hanya saja Kyuhyun tidak yakin hal itu bisa terwujud. Meski dari cerita Yunho bahwa adiknya itu adalah seseorang yang sangat baik hati tapi apa yang sudah Yunho dan keluarganya perbuat tidak akan mudah terhapuskan begitu saja karena jika mereka berbuat seperti itu kepada Kyuhyun, wanita itu jelas akan membenci mereka bertiga. Namun Kyuhyun bukan adik Yunho tersebut. Dia tidak tahu seperti apa kepribadiannya. Yang Kyuhyun lakukan sekarang hanya berdoa semoga doa dan harapan Jaejoong bisa menjadi kenyataan. Ya, semoga saja.

Dua Minggu Kemudian

Pagi ini langit kelihatan cerah meski di musim dingin. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi, waktu yang sebenarnya masih terlalu pagi begi seseorang untuk beraktifitas. Namun hawa dingin tidak menyurutkan semangat Kim Siwon untuk memulai harinya. Pagi yang cerah seakan menutupi dinginnya udara saat ini.

Siwon terlihat keluar dari sebuah mobil sedan keluaran tahun lama yang biasa saja sambil membawa sebuah tas yang berisikan kamera dan satu koper berukuran sedang. Dia kemudian menutup pintu penumpang dan terlihat menunggu si pengendara yang keluar dari mobil tersebut dengan membawa satu tas yang cukup besar. Pengendara itu lalu berjalan menuju Siwon setelah mengunci mobilnya.

“Apa kau yakin appa boleh ikut?” tanya pengendara yang ternyata adalah Yesung itu dengan bahasa isyarat.

“Yakin appa. Kris sendiri yang meminta appa untuk ikut. Dia bilang ini adalah liburan bersama dengan keluarga.” Jawab Siwon meyakinkan Yesung. Yesung masih terlihat ragu dan memastikan sekali lagi kepada Siwon.

“Jadi orang tua Kris dan orang tua pegawai lainnya juga akan ikut bukan?!” Mendengar pernyataan Yesung yang terus saja tidak mempercayai dirinya bahwa Yesung boleh ikut serta dalam liburan yang digalang oleh Kris itu, membuat Siwon menghela nafas sebelum kembali menjawab sang ayah angkat.

“Appa, yang ikut itu hanya Kris, Suho, dan kita berdua.”

“Huh? Tadi kau bilang ini adalah liburan keluarga tapi kenap…”

“Appa. Kita memang keluarga. Kau, aku, Kris dan juga Suho.” Potong Siwon langsung kala Yesung ingin berdebat dengannya. Siwon tidak mau membiarkan sang ayah terus-terusan merasa tak enak karena dirinya ikut dalam liburan ini. Namun sungguh sulit meyakinkan pria berusia 48 tahun itu karena Yesung masih saja terus merasa ragu dengan ajakan putra angkatnya tersebut.

“Appa masih tak yakin dengan ini Wonnie. Bagaimana pendapat pegawai lainnya jika Kris terlalu berbaik hati kepada kita? Maksud appa, kau sudah sulit karena Kris mau menerimamu dengan semua keistimewaanmu dan sekarang ini. Apa mereka tidak akan memandangmu sinis karena kau seperti di anak-emaskan oleh Kris?” Siwon menghembuskan nafasnya perlahan lalu menyunggingkan senyum ketika mengerti maksud Yesung yang terus saja merasa tidak enak dengan ajakannya untuk berlibur.

Siwon merasa hatinya sangat senang karena keengganan Yesung karena dia tidak ingin dirinya mendapat masalah dengan semua fasilitas yang diberikan oleh Kris. Yesung begitu mengkhawatirkan Siwon, lebih tepatnya bagaimana orang akan memperlakukan Siwon, jika Siwon terlalu unggul atau menonjol diantara mereka.

“Appa tenang saja. Kris juga sudah meliburkan dan memberikan bonus kepada mereka untuk bersenang-senang dengan keluarga masing-masing. Sama seperti kita. Jadi aku ini tidak diistimewakan oleh Kris. Dia mengajak kita berlibur bersama juga karena orang tua Kris melarang Kris pergi berdua dengan Suho.” Jelas Siwon jujur. Memang itu yang sebenarnya terjadi.

Awalnya Siwon hanya ingin pergi berdua dengan Yesung. Berjalan-jalan di kota seharian atau pergi memancing atau kegiatan di luar ruangan dalam bentuk apapun. Yang penting Siwon ingin menghabiskan waktu berdua dengan ayah angkatnya itu karena sudah lama mereka jarang pergi bersama.

Namun, Kris memintanya untuk ikut berlibur bersama dirinya dan Suho karena Kris tidak boleh pergi dengan Suho berdua saja. Nampaknya kedua orang tua Kris takut terjadi sesuatu jika dua sejoli itu bersama tanpa pantauan siapapun. Kedua orang tua Kris lebih mencemaskan nasib yang akan menimpa Suho jika dia dibiarkan dalam genggaman naga tampan itu.

“Kim Siwon. Jika kau bohong kepada appa, mak…”

“Aku berkata jujur appa. Memang begitu adanya. Itu yang diucapkan Kris. Aku tidak bohong. Jadi appa tenang saja ikut bersama kami, oke.” Jelas Siwon lagi dengan cepat menyela ucapan Yesung ketika dia melihat arti gerakan tangan Yesung menunjukkan bahwa Yesung akan marah besar jika Siwon ternyata berbohong. Yesung menghela nafas ketika dia melihat Siwon sepertinya berkata jujur. Dia akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan Siwon.

“Ya sudahlah jika memang seperti itu keadaannya. Oh ya, kita mau kemana Wonnie?”

“Pulau Jeju.”

“Pulau Jeju ya. Oke. Omong-omong, apa tak masalah mobil appa di parkir disini?”

“Aish! Appa ini kenapa cerewet sekali?! Nanti appa serahkan kuncinya kepada supirnya Kris. Dia yang akan membawa mobil kita kembali ke apartemen.”

“Yah!! Dasar anak nakal! Kenapa kau bilang appamu yang ganteng ini cerewet hah?!”

“Memang appa cerewet kok. Lagipula appa itu ganteng darimananya? Kepala appa saja terlalu besar untuk badan appa.” Goda Siwon yang langsung mendapat hadiah cubitan ‘lembut’ dari Yesung di kedua pipi Siwon.

“Coba ka ulang lagi perkataanmu tadi.” Siwon melihat gerak bibir Yesung dan mengerti apa yang diminta oleh sang ayah, namun dia tidak menghiraukan permintaan itu. Siwon lebih berkonsentrasi dengan bagaimana caranya melepaskan cubitan Yesung di kedua pipinya yang sekarang perih.

“Appa! Sakit!”

“Sepertinya kalian akrab sekali ya.” Suara seorang wanita itu membuat Yesung menghentikan aksinya mencubit pipi Siwon. Dia melepaskan tangannya dan menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Mendapati Yesung tiba-tiba berhenti mencubiti pipinya, Siwon kemudian ikut menoleh ke arah yang sama dengan Yesung. Iris hitamnya lalu melihat dua orang wanita cantik yang sama-sama memiliki mata yang indah sedang menatap dirinya dan juga Yesung.

Wanita berambut panjang sepinggang dengan warna pirang kecoklatan itu berdiri dengan anggun di depan pintu masuk gedung menatapnya dengan senyuman yang menawan sedangkan wanita yang satunya lagi berambut ikal dengan warna coklat terang memandang Siwon dan Yesung datar tanpa ekspresi. Keduanya lalu membungkuk hormat, meski yang berambut ikal agak dipaksa oleh di wanita berambut pirang, kepada Siwon dan Yesung lalu kembali menatap keduanya.

Siwon sendiri hanya membalas salam dari kedua wanita itu dengan membungkuk hormat diikuti oleh Yesung. Keduanya memandang dengan seksama wajah wanita-wanita tersebut dan meski kedua terlihat sangat familiar di mata Siwon dan juga Yesung, tetapi mereka berdua tidak bisa mengingat siapa mereka.

“Selamat pagi Siwon-ssi. Perkenalkan, namaku Kim Jaejoong dan ini, temanku Cho Kyuhyun.” Sahut wanita yang ternyata Jaejoong dan Kyuhyun itu kepada Siwon dan Yesung.

Siwon membaca gerak bibir Jaejoong dan wajahnya berubah paham. Dia sekarang ingat mengapa wajah Jaejoong dan Kyuhyun begitu familiar di ingatan Siwon. Siwon sering melihat wajah Jaejoong dan Kyuhyun di televisi, surat kabar dan majalah baik fashion ataupun non fashion. Jaejoong yang seorang designer muda berbakat dan Kyuhyun yang supermodel sangat terkenal sehingga meski Siwon tidak mengenal mereka secara langsung, pasti wajahnya tidak akan asing lagi.

Apalagi Siwon bekerja sebagai fotografer yang sering berpapasan dengan fotografer fashion kenalannya. Pasti satu diantara mereka yang pernah memperlihatkan sosok Jaejoong dan Kyuhyun kepadanya. Terlebih lagi Kyuhyun. Siwon lebih sering memperhatikan wanita cantik berkulit putih itu sejak Siwon melihat Kyuhyun pertama kali sebagai model runway untuk rumah mode Jaejoong di Seoul Fashion Week. Siwon ingat dengan jelas, matanya tak bisa lepas dari sosok yang berjalan dengan anggun di lintasan catwalk itu. Siwon tak tahu mengapa tapi ada sesuatu dari diri Kyuhyun selain kecantikannya yang membuat Siwon begitu tertarik kepadanya.

Selain ketenaran mereka sebagai individu, Siwon juga mengetahui kenyataan bahwa Jaejoong adalah tunangan Yunho dan orang yang seharusnya menjadi klien perusahaan tempatnya bekerja serta Kyuhyun yang merupakan sahabat dekat keduanya. Siwon sering melihat mereka bertiga masuk dalam berita di majalah dan acara infotainment di televisi. Semua itu membuat Siwon langsung mengenali sosok cantik di depannya ini setelah dia mengucapkannya namanya.

Sedangkan Yesung, dia pun akhirnya mengingat siapa Jaejoong sebenarnya. Yesung tahu akan Jaejoong karena wanita itu adalah putri dari atasannya sendiri, Ryeowook. Yesung yang bekerja sebagai mandor di salah satu perusahaan konstruksi milik Ryeowook, pernah beberapa kali melihat Jaejoong datang bersama sang ibunda dan juga datang bersama dengan Yunho. Dan setiap kali Yunho datang, Yesung akan langsung menghindar dan bersembunyi agar tidak terlihat oleh putra mantan atasannya itu. Walaupun demikian, Yesung masih bisa mendapatkan informasi bahwa bahwa Jaejoong adalah tunangan Jung Yunho dan keduanya akan segera menikah. Mengetahui kenyataan itu, membuat Yesung menatap tajam ke arah Jaejoong.

Untuk apa dia kemari menemui Siwon?! Batin Yesung tak suka dengan kehadiran Jaejoong. Sedangkan untuk Kyuhyun, karena Yesung tidak terlalu mengenalnya, dia tidak terlalu ambil perduli.

“Siwon-ssi.” Ucapan Jaejoong yang lembut namun cukup terdengar itu seharusnya mampu membuyarkan lamunan Siwon. Hanya saja, keterbatasan Siwon membuatnya tidak mendengar panggilan itu. Sementara Yesung yang mampu mendengar panggilan Jaejoong dengan jelas memilih untuk diam. Yesung ingin tahu bagaimana reaksi wanita muda ini jika dia tahu bahwa Siwon tak bisa mendengar dan berbicara.

“Siwon-ssi.” Ucap Jaejoong sekali lagi dengan nada yang sedikit lantang dari sebelumnya. Jaejoong bingung dengan reaksi Siwon yang diam saja meski dia sudah memanggilnya dua kali. Dia melihat ke arah Kyuhyun yang juga sama bingungnya dengan Jaejoong karena Siwon diam saja padahal Jaejoong sudah memanggilnya cukup keras.

Inikah adiknya beruang jahat itu?! Dia menyebalkan sekali. Padahal dia tampan dan sepertinya baik. Tapi kenapa dia seperti orang bisu begitu?! Apa dia sengaja tidak mendengar panggilan Jaejoong, huh?! Ketus Kyuhyun membatin pada dirinya sendiri. Dia terlihat kesal dan langsung mendelikkan kedua matanya kepada Siwon. Jaejoong yang menangkap geliat kekesalan Kyuhyun pun akhirnya memutuskan untuk berjalan mendekati Siwon dan Yesung sampai dia berdiri tepat dihadapan keduanya dan,

“Siwon-ssi!” tegas Jaejoong sambil memegang lengan Siwon dengan tiba-tiba, membuat pria berbibir joker itu terhenyak dari lamunannya. Melihat Jaejoong yang membuat kaget Siwon dengan genggaman tangannya yang tiba-tiba itu, langsung membuat Yesung bertindak. Pria bermarga sama dengan Jaejoong tersebut dengan cepat menampik tangan Jaejoong, sedikit memberikan jarak antara keduanya lalu berdiri di depan Siwon, berusaha menutupi tubuh besar nan tinggi anaknya itu dengan tubuhnya yang lebih pendek dan lebih kecil daripada Siwon.

“Saya minta anda jangan bersikap kasar dengan anak saya, nona Kim Jaejoong.” Tukas Yesung sengit. Jaejoong segera melepaskan pegangannya dan buru-buru meminta maaf.

“Maaf, aku tidak bermaksud kasar. Aku hanya…”

“Ada keperluan apa anda dengan anak saya?” tanya Yesung tanpa memberi kesempatan Jaejoong untuk bicara. Yesung ingin tahu maksud Jaejoong tiba-tiba datang ke hadapan mereka. Apa Jaejoong sudah tahu mengenai Siwon dari Yunho dan ingin memastikan sendiri atau apa? Yesung menjadi gelisah dan akhirnya bersikap resisten terhadap Jaejoong.

“Hei! Kau tak perlu seketus itu bertanya kepada temanku. Dasar pak tua!” cibir Kyuhyun sambil berdiri seperti Yesung. Kyuhyun tak terima Jaejoong diperlakukan sedemikian rupa oleh Yesung dan berusaha melindungi Jaejoong dari tindakan kasar dari Yesung yang mungkin saja terjadi.

“Pak tua katamu?!” tukas Yesung sambil menatap tajam ke arah Kyuhyun.

Jaejoong menghela nafas panjang kala menangkap akan adanya perdebatan antara Yesung yang sudah antipati terhadapnya dan Kyuhyun yang membelanya. Jaejoong segera memegang lengan Kyuhyun, memintanya agar bisa mengendalikan emosinya. Jaejoong tidak mau jika perdebatan antara Kyuhyun dan Yesung akan berdampak kurang baik untuk tujuannya menemui Siwon. Jaejoong bisa menduga bahwa pria sepantaran Kangin di depannya ini adalah ayah angkat Siwon sepeti yang pernah diceritakan oleh Yunho. Jaejoong pun paham bahwa sikap kurang bersahabat yang ditunjukkan oleh Yesung sekarang karena statusnya sebagai tunangan Yunho.

Tampaknya akan sulit untuk bisa bicara baik-baik dengan Siwon jika situasinya seperti ini. Batin Jaejoong. Sedangkan Siwon, dia sedari tadi hanya bisa menatap bingung kepada Yesung dan Kyuhyun.

Siwon sebenarnya mengerti maksud Jaejoong ketika wanita itu memegang tangannya. Dia sedang berusaha memanggil Siwon namun Siwon tak mampu mendengar sehingga Jaejoong terpaksa bersikap demikian. Tapi sepertinya Yesung tidak suka dengan kelakuan Jaejoong dan menganggapnya bersikap kasar terhadap Siwon dan begitupun sebaliknya, Kyuhyun juga merasa Yesung bersikap tidak semestinya dan ikut marah terhadap Yesung. Siwon menghela nafas sebelum akhirnya memegang bahu Yesung, membuat pria itu berbalik dan menatap Siwon.

“Tidak apa-apa appa. Aku yang salah karena melamun. Nona ini tidak tahu jika aku tidak bisa mendengar.” Setelah mengutarakan itu kepada Yesung, Siwon menatap langsung ke kedua mata Jaejoong dan melirik sedikit ke arah Kyuhyun yang masih menekuk wajahnya kesal. Siwon tersenyum simpul ketika melihat wajah cemberut Kyuhyun. Bagi Siwon sekarang, Kyuhyun terlihat manis, sangat berbeda ketika dia menjadi seorang model.

Sementara Kyuhyun, entah kenapa, saat manik coklatnya melihat senyum berlesung pipi milik Siwon, hatinya langsung berdebar tak seperti biasanya. Kyuhyun bisa merasakan panas di sekitar pipinya. Maka dari itu, Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya agar tidak merasakan hal seperti tadi.

Ternyata dia semakin tampan jika sedang tersenyum. Sayang manner-nya tidak setampan wajahnya. Keluh Kyuhyun lagi, tak sadar telah bahwa dia juga telah memuji Siwon.

Sementara itu Siwon membungkuk lagi, mencoba mengisyaratkan kepada Jaejoong bahwa dia meminta maaf karena sudah berlaku kurang sopan dengan melamun di saat Jaejoong memperkenalkan dirinya dan juga karena sikap Yesung yang mungkin sedikit kurang menyenangkan kepada Jaejoong dan juga Kyuhyun.

Jaejoong sebenarnya tidak mengerti mengapa tiba-tiba saja Siwon langsung membungkuk padahal dia bisa saja langsung mengatakan jika dia memang ingin meminta maaf. Jaejoong mencoba menerka-nerka seperti apa Siwon sebenarnya. Jika dilihat seksama, Siwon cukup sopan namun kenapa sejak tadi tidak ada satu pun kata yang terucap dari mulutnya. Jaejoong pun menatap ke arah Yesung seakan meminta penjelasan, akan tetapi pria itu hanya diam dan ikut membungkuk. Barulah setelah keduanya menegakkan tubuh mereka, Yesung memberi penjelasan.

“Nona Kim Jaejoong-ssi, nona Cho Kyuhyun-ssi. Maafkan sikap saya tadi. Tapi saya hanya ingin melindungi anak saya. Mungkin anda berdua heran mengapa pria dewasa seperti Siwon masih mendapat perlindungan dari ayahnya. Aneh memang, namun jika anda memiliki anak dengan keterbatasan seperti Siwon, pasti anda akan melakukan hal yang sama dengan saya.”

“Keterbatasan? Maksud anda apa? Kami tidak mengerti.” Yesung mendengus ketika dia mendengar perkataan Jaejoong. Yesung seharusnya bisa menduga bahwa Yunho tidak mengatakan seluruh kenyataannya kepada Jaejoong dan karena fakta ini, Yesung semakin penasaran dengan maksud kedatangan Jaejoong.

“Siwon tidak bisa mendengar ataupun berbicara nona Jaejoong. Dia bisu dan tuli.” Jawab Yesung gamblang. Sementara Jaejoong sendiri, matanya membulat sempurna dan dia merasa dia telah berbuat jahat ketika berteriak dan memegang tangan Siwon tadi. Sama halnya dengan Kyuhyun. Dia terkejut, tak mengira bahwa Siwon memiliki kondisi seperti itu. Kyuhyun menatap wajah Siwon dan tidak tahu darimana datangnya, timbul perasaan marah kepada Yunho dan juga kedua orang tuanya. Kyuhyun dan Jaejoong juga akhirnya mengerti, mengapa Yesung langsung bereaksi seperti tadi. Mereka berdua menatap Siwon lagi dan kali ini Jaejoong dan Kyuhyun yang membungkuk sambil meminta maaf.

“Ma…maafkan kami… Kam…kami benar… Kami benar-benar tidak tahu. Kami kira tadi Siwon hanya melamun dan tak mendengar panggilan.” ucap Jaejoong benar-benar menyesal mewakili dirinya dan juga Kyuhyun.

Yesung menatap kedua wanita yang membungkuk itu. Yesung mulai tersenyum kala dia bisa menilai bahwa Jaejoong dan juga Kyuhyun, tidak sama seperti keluarga Jung lainnya. Yesung menggelengkan kepala berkali-kali, cukup kaget bahwa ada seseorang yang berhubungan cukup dekat dengan keluarga Jung namun tidak terpengaruh dengan tabiat buruk mereka yang suka merendahkan orang lain. Yesung lalu menatap Siwon yang sepertinya sedikit bingung dengan kejadian di depannya sekarang. Yesung menepuk pelan bahunya sebelum menjelaskan mengapa Jaejoong dan Kyuhyun berbuat demikian.

Siwon tersenyum setelah paham apa yang sebenarnya terjadi. Siwon kemudian mendekati Jaejoong dan Kyuhyun lalu memegang masing-masing bahu kedua wanita tersebut agar tidak lagi membungkuk. Jaejoong dan Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan melihat wajah Siwon yang sedang tersenyum lembut kepada mereka berdua.

Senyumnya sedikit mirip Leeteuk umma. Batin Jaejoong ketika melihat senyum manis Siwon. Sedangkan Kyuhyun,

Sh**! He’s doing that smile again! Hey heart! Stop pounding so fast! Do you want to kill us?! Batinnya kesal. Kyuhyun benar-benar tak mengerti mengapa jantungnya bisa berdebar lebih cepat hanya karena melihat senyum Siwon. Ini yang pertama untuknya.

“Tuan…” jeda Jaejoong, sengaja tidak meneruskan ucapannya karena dia belum mengetahui nama Yesung. Kyuhyun yang mendengar ucapan Jaejoong akhirnya bisa mengalihkan pandangannya lagi dari Siwon.

“Nama saya Kim Jongwoon nona Jaejoong. Tapi anda bisa memanggil saya dengan Yesung.” Jawab Yesung memperkenalkan dirinya, sadar bahwa itu yang ingin diketahui oleh Jaejoong dari jedanya tadi.

“Yesung-ssi. Tolong jangan panggil saya dengan nona. Cukup Jaejoong saja. Lalu, maafkan saya sebelumnya, tapi bagaimana caranya agar saya dapat berkomunikasi dengan Siwon?”

“Sebelum saya menjawab, boleh saya menanyakan sesuatu?” tanya Yesung. Jaejoong dan Kyuhyun bertukar pandang sebelum Jaejoong mengangguk.

“Darimana anda mengenal Siwon dan apa keperluan anda menemuinya? Apa ini ada hubungan dengan keluarga Jung?” lanjut Yesung. Jaejoong menatap Kyuhyun lagi, seolah meminta dukungan dari sahabatnya itu. Kyuhyun menatap balik kepada Jaejoong dan mengangguk.

“Aku mengenalnya dari Yunho, Kangin appa dan juga Leeteuk umma. Maksudku datang kemari karena aku ingin berbicara dengannya, berusaha mengenalnya lebih dekat. Dan untuk yang pertanyaan terakhir dari Yesung-ssi tadi jawabannya adalah ya, keperluanku memang ada hubungannya dengan keluarga calon suamiku.” Jawab Jaejoong jujur.

“Bagaimana menurutmu Wonnie? Kau mau bicara dengan Jaejoong” tanya Yesung langsung dan kali ini Yesung tidak menambahkan embel-embel apapun di nama Jaejoong, membuktikan bahwa Yesung tidak seketus sebelumnya. Sedangkan Siwon, meski dia mengerti ajakan Jaejoong dari gerak bibirnya, Siwon bingung ingin menjawab seperti apa. Menerima ajakan itu atau menolaknya. Lama terdiam, akhirnya Siwon memutuskan sesuatu.

“Appa, aku mau bicara dengannya. Tapi hanya sebentar saja karena aku tidak mau membuat Kris dan Suho menunggu kita terlalu lama.” Siwon memberi jawaban melalui Yesung. Siwon menyetujui ajakan Jaejoong meski awalnya dia ingin menolak ajakan tersebut. Siwon bisa menduga arah pembicaraan Jaejoong nantinya dan jujur, Siwon sedang tidak ingin mendengar apapun jika benar Jaejoong akan bicara soal itu. Namun Siwon adalah pria yang memiliki sopan santun dan baik. Dia tidak ingin membuat usaha Jaejoong dan Kyuhyun yang sudah susah payah datang dan menunggunya di depan gedung kantornya ini, menjadi sia-sia.

“Siwon mengatakan dia mau bicara denganmu asalkan hanya sebentar. Kami masih ada urusan lain setelah ini.” Ujar Yesung mengulang kembali apa yang sudah Siwon utarakan.

“Cih. Sombong sekali. Kami juga bukannya orang yang tak memiliki kesibukan.” Gumam Kyuhyun mencibir perkataan Yesung tadi. Jaejoong menatap horor kepada Kyuhyun karena bisa saja Yesung dan Siwon akan mengucah keputusan mereka disebabkan oleh komentar Kyuhyun tadi. Dengan tak berperasaan, Jaejoong mencubit lengan Kyuhyun dan mendelikkan kedua bola matanya yang besar nan indah itu terhadapnya.

“Why you’re looking at me like that Jae?! He’s started it!”

“Just shut up and let me do the talking. You’ve could ruin everything.”

“Yeah, yeah. I’ll keep my mouth shut, you wh**e.”

“B**ch.” Kyuhyun dan Jaejoong berdebat sendiri seakan mereka lupa ada yang mendengarkan mereka dan umpatan keduanya. Yesung tampak cukup terkejut kala mendengar keduanya saling mengumpat padahal Yesung mengira keduanya adalah wanita yang bertutur kata santun, ya paling tidak menurut Yesung, Jaejoong adalah tipe seperti itu.

“Jaejoong-ssi, Kyuhyun-ssi.” Teguran Yesung membuat Jaejoong dan Kyuhyun memperhatikan Yesung dan Siwon kembali. Mereka berdua sadar telah menjadi tontonan dan membuat diri mereka terlihat seperti orang bodoh.

“Maaf Yesung-ssi, kami jadi sibuk sendiri. Baiklah, saya tidak keberatan. Saya justru berterima kasih karena Siwon dan anda mau menerima ajakan saya.” Ucap Jaejoong setelah mengendalikan dirinya.

“Oke. Ada kedai kopi di ujung blok ini. Aku biasa menunggu Siwon ditempat itu setelah Siwon selesai bekerja. Kita bisa bicara dengan tenang disana.” Usul Yesung yang ditanggapi senyum lebar oleh Jaejoong.

“Bagus. Ayo kesana.” Jaejoong lalu menyamakan langkahnya dengan Yesung yang sudah terlebih dahulu melangkah. Sementara Kyuhyun dan Siwon, keduanya saling bertatapan sebelum mereka berdua melangkah beriringan. Siwon dan Kyuhyun sama-sama menyembunyikan senyum mereka dan jika boleh dikatakan, rona merah di kedua pipi mereka.

TBC

Advertisements